Senin, 09 Januari 2012

Pengertian Fon dan Alofon


Konsep,pengertian dan contoh-contoh Fon dan Alofon menurut beberapa sumber :

Ø  PEMBAHASAN BAB DARI BUKU TATA BAHASA BAKU BAHASA INDONESIA
Makna bunyi hanya ada dalam fonemik (fonologi) dengan demikian berdasarkan ada tidaknya makna bunyi (fon) maka fonologi dibagi atas fonetik dan fonemik. Fonetik mengkaji bunyi (fon) tanpa menghiraukan apakah bunyi itu bermakna atau tidak. Sedang fonemik mengkaji bunyi yang bermakna saja (fonem).

Fon merupakan bunyi-bunyi yang kongkret, bunyi-bunyi yang diartikulasikan
(diucapkan) atau bentuk kongkret dari sebuah fonem. Dalam hal ini, fonem
merupakan wujud abstrak yang direalisasikan menjadi fon.

Selain itu ada pula alofon.Alofon merupakan suatu fonem (anggota suatu fonem) yang tidak membedakan arti.

Variasi suatu fonem yang tidak membedakan arti dinamakan alofon. Alofon dituliskan di antara dua kurung siku [...]. Kalau [p] yang lepas kita tandai dengan [p] saja, sedangkan [p] yang tak lepas kita tandai dengan [p>], maka kita dapat berkata bahwa dalam bahasa Indonesia fonem /p/ mempunyai dua alofon, yakni [p] dan [p>]
Alofon konsonan [p] pada awal & tengah suku kata,seperti : pintu,sampai,dll,sedangkan [p>] terdapat pada akhir suku kata,contoh : sedap,tangkap,tatap,dll.

Fonem /i/ mempunyai dua alofon. Demikian juga dengan fonem /o/, /e/, /u/. Alofon pada bahasa inggris lebih banyak daripada alofon bahasa indonesia. Makanya kita sering mendengar dialek atau ideolek karena pengucapan fonemnya berbeda dengan kebanyakan di regional itu.
Dialek adalah nama lain ragam dari daerah atau logat (lihat Moeliono, 1993: 3). Bahasa indonesia memiliki banyak dialek; dengan banyaknya pengguna dengan bahasa ibu (bahasa daerah) yang berbeda. Sebagaiman bahasa sunda juga mempunyai banyak dialek: dialek Cianjur, dialek Cirebon, dialek Banten dan lain-lain.
Idiolek adalah ragam penutur. Artinya setiap penutur mempunyai ragam bahasa yang berbeda dengan penutur lain. Istilah idiolek; menurut Saussure; Ferdinand de Saussure; istilah parole, yaitu ujaran yang dipakai individu


Ø  PBIN 4101
LINGUISTIK UMUM

Liliana Muliastuti
Krisanjaya

Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Fonetik merupakan cabang ilmu linguistik yang meneliti dasar fisik bunyi-bunyi bahasa, tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut berfungsi sebagai pembeda makna. Objek kajian fonetik adalah fon.
Alofon merupakan realisasi sebuah fonem. Alofon dapat dilambangkan dalam wujud tulisan atau transkripsi fonetik yaitu penulisan pengubahan menurut bunyi, dan tandanya adalah […].
Alofon adalah perbedaan bunyi yang tidak menimbulkan  perbedaan  makna.

Ø  Kamus Besar Bahasa Indonesia
v  Alofon
Kelas kata : Kata benda
Bidang : Linguistik
Definisi : Varian fonem berdasarkan posisi.
Contoh : Fonem pertama pada kita dan kata secara fonetis berbeda, tetapi masing-masing adalah alofon dari fonem /k/
v  Fon
Kelas kata : kata benda
Bidang : Linguistik
Definisi : Bunyi ujar yang dihasilkan oleh alat-alat ucap ; bunyi bahasa

Ø  Tataran Linguistik bagian Fonologi
Alofon adalah dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Alofon-alofon dari sebuahfonem memiliki kemiripan fonetis, banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapannya.
Distribusi alofon bisa bersifat komplementer dan bebas.Distribusi komplementer / distribusi saling melengkapi adalah distribusi yang tempatnya tidak bisa dipertukarkan dan bersifat tetap pada lingkungan tertentu.Distribusi bebas adalah bahwa alofon-alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan lingkungan bunyi tertentu.
Alofon adalah realisasi dari fonem, maka dapat dikatakan bahwa fonem bersifatabstrak karena fonem hanyalah abstraksi dari alofon itu dan yang konkret atau nyata ada dalam bahasa adalah alofon itu, sebab alofon itulah yang diucapkan.
Kriteria klasifikasi terhadap fonem sama dengan criteria yang dipakai untuk
klasifikasi bunyi (fon) dan panamaan fonem juga sama dengan penamaan bunyi.




Menurut Kami :

Alofon
Bunyi-bunyi yang merupakan realisasi dari sebuah fonem disebut alofon, seperti identitas fonem, identitas alofon juga digunakan pada satu bahasa tertentu.
Alofon-alofon dari sebuah fonem punya kemiripan fonetis. Artinya banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapan. Tentang distribusinya, mungkin bersifat komplementer, mungkin juga bersifat bebas.
Yang dimaksud dengan distribusi komplementer adalah distribusi yang tempatnya tidak ditukarkan, jika ditukarkan juga tidak menimbulkan perbedaan makna.
Distribusi bebas adalah alofon-alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan lingkungan bunyi tertentu.
Fon
 Satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Senin, 09 Januari 2012

Pengertian Fon dan Alofon


Konsep,pengertian dan contoh-contoh Fon dan Alofon menurut beberapa sumber :

Ø  PEMBAHASAN BAB DARI BUKU TATA BAHASA BAKU BAHASA INDONESIA
Makna bunyi hanya ada dalam fonemik (fonologi) dengan demikian berdasarkan ada tidaknya makna bunyi (fon) maka fonologi dibagi atas fonetik dan fonemik. Fonetik mengkaji bunyi (fon) tanpa menghiraukan apakah bunyi itu bermakna atau tidak. Sedang fonemik mengkaji bunyi yang bermakna saja (fonem).

Fon merupakan bunyi-bunyi yang kongkret, bunyi-bunyi yang diartikulasikan
(diucapkan) atau bentuk kongkret dari sebuah fonem. Dalam hal ini, fonem
merupakan wujud abstrak yang direalisasikan menjadi fon.

Selain itu ada pula alofon.Alofon merupakan suatu fonem (anggota suatu fonem) yang tidak membedakan arti.

Variasi suatu fonem yang tidak membedakan arti dinamakan alofon. Alofon dituliskan di antara dua kurung siku [...]. Kalau [p] yang lepas kita tandai dengan [p] saja, sedangkan [p] yang tak lepas kita tandai dengan [p>], maka kita dapat berkata bahwa dalam bahasa Indonesia fonem /p/ mempunyai dua alofon, yakni [p] dan [p>]
Alofon konsonan [p] pada awal & tengah suku kata,seperti : pintu,sampai,dll,sedangkan [p>] terdapat pada akhir suku kata,contoh : sedap,tangkap,tatap,dll.

Fonem /i/ mempunyai dua alofon. Demikian juga dengan fonem /o/, /e/, /u/. Alofon pada bahasa inggris lebih banyak daripada alofon bahasa indonesia. Makanya kita sering mendengar dialek atau ideolek karena pengucapan fonemnya berbeda dengan kebanyakan di regional itu.
Dialek adalah nama lain ragam dari daerah atau logat (lihat Moeliono, 1993: 3). Bahasa indonesia memiliki banyak dialek; dengan banyaknya pengguna dengan bahasa ibu (bahasa daerah) yang berbeda. Sebagaiman bahasa sunda juga mempunyai banyak dialek: dialek Cianjur, dialek Cirebon, dialek Banten dan lain-lain.
Idiolek adalah ragam penutur. Artinya setiap penutur mempunyai ragam bahasa yang berbeda dengan penutur lain. Istilah idiolek; menurut Saussure; Ferdinand de Saussure; istilah parole, yaitu ujaran yang dipakai individu


Ø  PBIN 4101
LINGUISTIK UMUM

Liliana Muliastuti
Krisanjaya

Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Fonetik merupakan cabang ilmu linguistik yang meneliti dasar fisik bunyi-bunyi bahasa, tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut berfungsi sebagai pembeda makna. Objek kajian fonetik adalah fon.
Alofon merupakan realisasi sebuah fonem. Alofon dapat dilambangkan dalam wujud tulisan atau transkripsi fonetik yaitu penulisan pengubahan menurut bunyi, dan tandanya adalah […].
Alofon adalah perbedaan bunyi yang tidak menimbulkan  perbedaan  makna.

Ø  Kamus Besar Bahasa Indonesia
v  Alofon
Kelas kata : Kata benda
Bidang : Linguistik
Definisi : Varian fonem berdasarkan posisi.
Contoh : Fonem pertama pada kita dan kata secara fonetis berbeda, tetapi masing-masing adalah alofon dari fonem /k/
v  Fon
Kelas kata : kata benda
Bidang : Linguistik
Definisi : Bunyi ujar yang dihasilkan oleh alat-alat ucap ; bunyi bahasa

Ø  Tataran Linguistik bagian Fonologi
Alofon adalah dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Alofon-alofon dari sebuahfonem memiliki kemiripan fonetis, banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapannya.
Distribusi alofon bisa bersifat komplementer dan bebas.Distribusi komplementer / distribusi saling melengkapi adalah distribusi yang tempatnya tidak bisa dipertukarkan dan bersifat tetap pada lingkungan tertentu.Distribusi bebas adalah bahwa alofon-alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan lingkungan bunyi tertentu.
Alofon adalah realisasi dari fonem, maka dapat dikatakan bahwa fonem bersifatabstrak karena fonem hanyalah abstraksi dari alofon itu dan yang konkret atau nyata ada dalam bahasa adalah alofon itu, sebab alofon itulah yang diucapkan.
Kriteria klasifikasi terhadap fonem sama dengan criteria yang dipakai untuk
klasifikasi bunyi (fon) dan panamaan fonem juga sama dengan penamaan bunyi.




Menurut Kami :

Alofon
Bunyi-bunyi yang merupakan realisasi dari sebuah fonem disebut alofon, seperti identitas fonem, identitas alofon juga digunakan pada satu bahasa tertentu.
Alofon-alofon dari sebuah fonem punya kemiripan fonetis. Artinya banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapan. Tentang distribusinya, mungkin bersifat komplementer, mungkin juga bersifat bebas.
Yang dimaksud dengan distribusi komplementer adalah distribusi yang tempatnya tidak ditukarkan, jika ditukarkan juga tidak menimbulkan perbedaan makna.
Distribusi bebas adalah alofon-alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan lingkungan bunyi tertentu.
Fon
 Satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar